SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) AMUNTAI

Tanya Jawab

3 responses

  1. Assalamualaikum Pak Adi Lesmana…
    Boleh minta pendapatnya kan..hee
    Setelah saya membaca artikel bapak mengenai wawasan kebangsaan, ada 2 perspektif pertanyaan yang terlintas dipikiran saya :

    1. Perspektif Pertama: Dari Sudut Konsep “Wawasan Kebangsan”

    *Apakah konsep “wawasan Kebangsaan” sebagaimana diyakini, diajarkan, bahkan
    diindoktrinasikan selama ini, sejak di sekolah menengah, perguruan tinggi,
    sampai ke pejabat tinggi pemerintahan, memang masih merupakan konsep yang
    relevan dengan kondisi nyata negara bangsa Indonesia saat ini, dan
    tantangannya di masa depan?

    *Apakah sesungguhnya hakekat dari “Persatuan Indonesia” yang tercantum dalam
    Pancasila, memang berpadanan dan sehakekat dengan konsep “wawasan kebangsaan” . .?

    2. Perspektif Kedua: Dari Sudut “Semangat Kedaerahan”

    *Apakah semangat kedaerahan yang timbul sekarang ini, adalah kondisi nyata
    bangsa Indonesia dan masih merupakan tuntutan yang rasional, ataukah hanya
    merupakah ungkapan emosional sebagai akibat akumulasi kekecewaan perilaku
    politik penguasa Orde Baru selama ini yang dianggap tidak menghargai
    aspirasi daerah?

    *Apakah semangat kedaerahan memang berlawanan atau berbanding terbalik
    dengan semangat kebangsaan dalam negara bangsa dan negara kesatuan Republik
    Indonesia?

    *Apakah memang konsep federalisasi yang kini banyak digaungkan adalah
    merupakan jawaban bagi permasalahan keadilan yang selama ini terjadi? Atau,
    apakah konsep negara kesatuan, memang tidak relevan lagi?

    18 Mei 2011 pukul 2:06 pm

  2. @Sdr.Imanuddin Panda: Beberapa pertanyaan yang sangat bagus, terasa aku seperti menghadapi ujian sidang disertasi, hehehehe, oleh karena yg di tanyakan adalah pendapat pribadi maka saya akan menjawab dr perspektif pribadi sehingga kebenarannya masih bisa diperdebatkan dan tentu saja tingkat kebenarannya butuh penelitian/study lebih lanjut.
    1. Perspektif Pertama: Dari Sudut Konsep “Wawasan Kebangsan
    * Mengenai konsep wawasan kebangsaan dan cara-cara penanamannya selama ini menurut pendapatku sudah tidak relevan lagi dengan kondisi globalisasi dan tantangan kedepan karena kondisi masyarakat sekarang sudah sangat pragmatis, masyarakat butuh bukti apakah hidup bersama dalam NKRI ini telah mampu membuat mereka lebih sejahtera dan lebih maju karena itu jangan berikan ceramah atau indoktrinasi tapi berikan kesejahteraan, layanan publik yg lebih baik, pemerataan pendapatan, pendidikan, kesehatan, dll
    *konsep wawasan kebangsaan merupakan penjabaran dari sila ke-3 dari Pancasila hanya saja dalam implimentasi dan penerapannya perlu penyesuian-penyesuaian sesuai situasi dan kondisi perkembangan zaman.

    2. Perspektif dari Semangat Kedaerahan
    * semangat kedaerahan yang muncul akhir-akhir menurut pendapatku adalah perpaduan tuntutan emosional karena perilaku pemerintahan orde baru tetapi juga tuntutan rasional karena kondisi pemerataan pembangunan yg masih jauh dari rasa puas masyarakat terutama daerah-daerah yg jauh dr pusat pemerintahan, contoh daerah-daerah yg kaya energi dan tambang seperti papua, aceh, kalimantan justru seperti mengalami kekurangan “energi” dalam mensejahterakan dan memajukan masyarakat di daerahnya
    *Pemerintah dan masyarakat kita sepertinya sangat antipati dan truma dgn konsep federalisme krn pengalaman masa lampau dan pemahaman yg tidak benar tentang konsep tersebut, menurut saya dengan konsep federalisme tidak akan memecah belah NKRI tetapi justru akan memperkokoh NKRI karena dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan rasa keadilan masyarakat lokal justru akan tidak akan terpikir lagi tentang separatisme. Jika konsep federalisme masih belum bisa juga diterima maka konsep otonomi seluas-luasnya di tingkat regional (misalnya regional Jawa, Sumatera, Sulawesi, dll) atau otonomi seluas-luasnya di tingkat Propinsi patut di jadikan alternatif karena konsep otonomi yg ada sekarang dan hanya di tingkat Kabupaten/Kota telah belum mampu memberikan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

    19 Mei 2011 pukul 12:25 am

  3. Terima kasih banyak pak atas pendapatnya.

    Sepertinya konsep dari wawasan kebangsaan memang seharusnya layak untuk direnungkan dan dikaji ulang dengan mengedepankan pengakuan kebhinekaan sebagai hakekat dan kondisi nyata bangsa Indonesia. (baik pada masa sekarang,maupun masa lampau, juga dimasa datang)

    Saya rasa memang tidaklah tepat dan bijaksana bila memandang bahwa wawasan kebangsaan adalah konsep yang senantiasa relevan dan tidak bisa diganggu gugat, sebab undang-undang dasar (UUD 1945) sebagai landasannya pun telah mengalami perubahan (diamandemen).

    19 Mei 2011 pukul 3:10 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.