SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) AMUNTAI

Terbaru

Kampus STIA Amuntai


MEMBANGKITKAN KEMBALI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI KARAKTER DAN JATIDIRI BANGSA


Bab I (Pendahuluan)

Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 bukan suatu proses sejarah yang mudah tetapi melalui tahapan yang panjang, penuh perjuangan dengan pengorbanan harta, jiwa, tenaga dan pikiran seluruh bangsa Indonesia. Ketika kemerdekaan sudah berada di depan mata, para pendiri bangsa dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 juni 1945 merumuskan Pancasila sebagai fondasi dasar Indonesia Merdeka (dasar filosofis) sekaligus juga sebagai pandangan hidup bagi Indonesia Merdeka.
Setelah bangsa Indonesia merdeka, Pancasila juga turut mengalami masa-masa pasang surut kehidupan berbangsa dan bernegara, berbagai sistem, orde dan rezim pemerintahan silih berganti, Pancasila tidak pernah absen berperan dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia. Dimasa awal kemerdekaan dibawah rezim pemerintahan orde lama, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam hiruk pikuk agenda revolusi dan ideologi Nasakom yang gencar dikampanyekan pada saat itu, sebaliknya dimasa orde baru Pancasila justru dijadikan sebagai alat mempertahankan kekuasaan, mistifikasi dan ideologisasi Pancasila secara sistematis, terstruktur dan massif yang tidak jarang kemudian menjadi senjata ideologis untuk mengelompokkan mereka yang tak sepaham dengan pemerintah sebagai “tidak Pancasilais” atau “anti Pembangunan”.
Sekarang di era reformasi, disaat demokratisasi yang demikian maju di segala bidang, Pancasila seolah-olah terpinggirkan sebagai dasar nilai-nilai filosofis dan pandangan hidup bangsa Indonesia, secara kasat mata dan gablang kita melihat dan menyaksikan proses demokratisasi seolah-olah terlepas dari akar budaya bangsa dan nilai-nilai filosofis Pancasila, hampir setiap hari kita dipertontonkan oleh adegan-adegan kekerasan, ketidakjujuran, pelanggaran norma/aturan yang tidak hanya dilakukan sebagian rakyat jelata tetapi juga oleh orang-orang terhormat, dari para pelajar hingga pejabat tinggi. Kerusuhan, perkelahian, brutalisme, asusila, kekerasan antar kampung, suku, etnis, golongan dan juga antar kampus/sekolah. Korupsi, ketidak adilan, mafia hukum, dan tindakan-tindakan illegal lainnya terjadi dimana-mana. Kejujuran dan keadilan seolah menjadi barang langka di negeri ini. Masih segar dalam ingatan kita apa yang terjadi di SDN Gadel II Surabaya Provinsi Jawa Timur di mana anak dan wali murid yang menentang ketidakjujuran disekolahnya justru dimusuhi dan diusir dari rumah tempat tinggal dan kampung halamannya, hal tersebut menunjukan bahwa nilai kejujuran tidak lagi menjadi norma yang dijunjungi tinggi dan dihormati ditengah masyarakat kita termasuk juga di dunia pendidikan.

Baca selanjutnya

Resensi Buku : Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere Liye


1. Mimin Haway (http://www.goodreads.com) 

Raihan terlahir sebagai anak yatim piatu. Orang tuanya meninggal saat terjadi kebakaran. Ia tinggal di Panti Asuhan yang dimiliki orang tamak. Rey sempat menjadi preman karena memutuskan kabur dari Panti Asuhan dan hidup di jalanan. Rey ketagihan main judi. Sehingga terjadi percekcokan. Rey masuk rumah sakit. Setelah sembuh, ia tinggal di rumah

Rey memutuskan keluar dari rumah penampungan dan kembali hidup gelandangan. Ngamen dari gerbong Kereta satu ke gerbong lainnya. Tinggal di kolong jembatan. Rey suka naik tower air, menyendiri dan melihat rembulan.

Kehidupan Rey berubah drastis setelah nekad ikut mencuri berlian di sebuah Bank Internasional. Rey pulang kampung dan jatuh cinta pada Si gigi kelinci. Mereka menikah. Rey hidup bahagia karena dipercaya dan diangkat sebagai kepala mandor.

Sayang kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Istrinya meninggal saat melahirkan. Rey kembali ke kota dan merintis usaha yang sukses luar biasa. Tapi Rey jatuh sakit saat semua impian yang bahkan tak pernah ia bayangkan telah menjadi nyata. Rey tetap merasa hampa, kosong, sepi meski bergelimpang harta. Rey masih Tapi Rey diberi kesempatan me-rewind masa lalunya. Merenungkannya. Lalu memperbaikinya.

Novel ini mengajarkan kita tentang kehidupan. Pasti ada sebab akibat yang melatar belakangi sebuah ujian kehidupan. Dan setiap pertanyaan yang kita ajukan -yang kadang cenderung menyalahkan Tuhan- pasti ada jawaban dan hikmah dibalik ujian kehidupan.

Yang saya suka dari novel ini adalah alur ceritanya (flash back) tapi tidak membingungkan dan enak dibaca

Baca selanjutnya

TIGA KARUNG BERAS


Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah

kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak
laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak
laki-lakinya untuk saling menopang.Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung
tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut
diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih
menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas.

Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah
sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.

Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg
beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak
mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

Hafalan Shalat Delisa by Tere Liye


Delisa bungsu dari 4 bersaudara dibesarkan dalam keluarga hangat dan sangat religi disalah satu kota di Nanggro Aceh Darussalam.. Delisa yang mendamba kalung ”D” untuk Delisa! Untuk hafalan shalatnya. Kalung yang kemudian tidak dimilikinya karena Tsunami menghantan Lhok Ngah saat hafalan shalatnya disetor pada Ibu Guru Nur pada saat itu Ahad, tanggal 26 Desember 2004.yah saat tsunami meluluhlantakkan Aceh dan 80% penghuni Lhok Ngah beserta penghuninya.

Sampai dengan lembar 50pertama, saya masih bisa tertawa dengan tingkah delisa yang lucu, jujur, lugu. Tersentuh membaca kehangatan dalam keluarga yang huidup sederhana dan dibesarkan dengan Cinta oleh ummi-nya. Aahh…saya jadi ingat Toto Chan.!
Tapi seketika saya merinding ketika Delisa menyetorkan hafalan kepada Guru Nur saat dimana bumi Aceh dan sebagian dunia lainya tergoncang dengan Gempa 8,9 SR. Merinding ketika Delisa ingin khusuk dalam shlatnya dan tetap dalam posisi shalat -Delisa Ingat Cerita Ustd Rahman ttg kekhusyukan shalat Nabi- dan sampai dengan posisi akan sujud tubuh mungilnya tidak bisa lagi menahan kuatnya tumpahan air dari pantai. Seketika saya malu dengan rutunitas shalat saya yang tidak bermakna selama ini. Astagfirullah…..
baca selanjutnya

Beberapa Buku Laris Dunia


Sebuah Kisah Dua Kota:
Charles Dickens dikenal karena karya-karya besar dan sebuah ‘Kisah Dua Kota “adalah contoh yang bagus, yang juga peringkat tinggi sebagai salah satu buku terlaris di seluruh dunia. Ini novel sejarah yang ditulis pada masa Revolusi Perancis. Sudah diatur dengan latar belakang London, Paris, Inggris dan Perancis.

The Lord of the Rings :
Salah satu penjual terbaik dari waktu terakhir, ‘The Lord of the Rings’ sebuah novel fantasi yang sangat luas dan terdiri dari tiga bagian. JRR Tolkien mulai bekerja ini sebagai sekuel ke salah satu nya sebelumnya karya berjudul, ‘The Hobbit’. Hal ini membawa pasar baru untuk buku fantasi karena popularitas kategori ini. ‘The Lord of the Rings juga telah berhasil dibuat menjadi sebuah film – total 3 jumlahnya.

Dan Kemudian Apakah Ada Tidak ada:
Agatha Christie selalu dikenal fiksi detektif nya. ‘Dan Kemudian Apakah Ada Tidak Ada’ dikenal dunia sebagai salah satu buku terlaris misteri dari semua kali! Buku ini pertama kali diterbitkan dengan judul yang berbeda – ‘Sepuluh Little India’. Ini juga telah diadaptasi untuk sebuah drama dan film.

Kode Da Vinci:
Buku ini dikenal sebagai mungkin salah satu karya penulis Dan Brown terbaik. ‘The Da Vinci Code’ adalah salah satu novel misteri yang paling populer. Buku ini menciptakan banyak kontroversi dan terlepas dari semua masalah-masalah yang dihadapi, itu telah menjadi salah satu keberhasilan besar dalam beberapa kali. Buku ini kemudian telah dicetak dengan ilustrasi khusus untuk mendukung materi teks dan ada juga film yang dirilis dengan judul yang sama.

Baca selanjutnya

Test dalam menyampaikan kabar berita


…Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat.

Suatu hari seorang kenalannya bertemu denga filsuf besar itu dan berkata, “Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?”

“Tunggu sebentar,” Socrates menjawab. “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.

Filter petama adalah KEBENARAN.

“Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?”

“Tidak,” jawab orang itu, “Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu.”

“Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.

Filter ke 2, KEBAIKAN.

Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?”

“Tidak, malah sebaliknya…”

“Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda dan anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih
memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ke 3.

Filter ke 3, KEGUNAAN.

Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?”

“Tidak, sama sekali tidak.”

“Jadi,” Socrates menyimpulkannya, “bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan,dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?”

Itulah sahabat mengapa Socrates dianggap filsuf besar dan sangat terhormat.

Sahabatku, gunakan triple filter test setiap kali kita mendengar/Menyampaikan sesuatu tentang kawan kita. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu kita terima atau kita sampaikan . Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan pada orang lain, dan jangan menyakiti hati orang lain.. .

Semoga Bermanfaat.

Konstitusi Republik Indonesia


Sejarah konstitusi Indonesia mengalami pasang surut yang cukup panjang. Terjadi tiga kali pergantian konstitusi mulai UUD 1945, UUD RIS, kemudian UUDS 1950.   Sejak dirumuskannya pada tahun 1945 sampai tahun 1959, masalah  konstitusi menjadi salah satu fokus perdebatan antarkelompok bangsa  yang sampai satu titik-di forum Konstituante (1956-1959)-sungguh menegangkan. Hal itu disebabkan saratnya nuansa politik dan ideologis,  yang bermuara pada kehendak memasukkan alam pikiran ideologi dan politik ke dalam rumusan konstitusi. Walau demikian, hal demikian tadi sebenarnya wajar dan realistik saja, melihat kedudukan dan fungsi konstitusi yang demikian penting dalam kehidupan bangsa dan penyelenggaraan negara. Pada masa pemerintahan Soeharto (1966-1998) perdebatan konstitusi-ilmiah sekalipun-sulit dilakukan. Pemerintah melakukan langkah-langkah sistematis yang pada akhirnya memposisikan UUD 1945 menjadi “kitab suci” negara yang tak boleh diutak-atik, tabu dipertanyakan, dan haram diubah. Konstitusi yang dirumuskan oleh tokoh-tokoh pendiri negara, menjadi barang “sakral”.

Istilah “konstitusi” berasal dari bahasa Perancis Constituer dan Constitution, kata pertama berarti membentuk, mendirikan atau menyusun, dan kata kedua berarti susunan atau pranata (masyarakat). Dengan demikian konstitusi memiliki arti; permulaan dari segala peraturan mengenai suatu Negara. Pada umumnya langkah awal untuk mempelajari hukum tata negara dari suatu negara dimulai dari konstitusi negara bersangkutan. Mempelajari konstitusi berarti juga mempelajari hukum tata negara dari suatu negara, sehingga hukum tata negara disebut juga dengan constitutional law. Istilah Constitutional Law di Inggris menunjukkan arti yang sama dengan  hukum tata negara. Penggunaan istilah Constitutional Law didasarkan  atas alasan bahwa dalam hukum tata Negara unsur konstitusi lebih menonjol.  Dengan demikian suatu konstitusi memuat aturan atau sendi-sendi pokok yang bersifat fundamental untuk menegakkan bangunan besar yang bernama “Negara”. Karena sifatnya yang fundamental ini maka aturan ini harus kuat dan tidak boleh mudah berubah-ubah. Dengan kata lain aturan fundamental itu harus tahan uji terhadap kemungkinan untuk diubah-ubah berdasarkan kepentingan jangka pendek yang bersifat sesaat.

Baca Selanjutnya

Beberapa Pelajaran berharga


1. Pelajaran Penting Pertama

Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani. Di zaman
eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki
umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.
Anak ini kemudian bertanya “Berapa ya,… harga satu ice cream sundae?”
katanya. “50 sen…” balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan
isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya….
“Wah… Kalau ice cream yang biasa saja berapa?” katanya lagi. Tetapi kali ini
orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak… dan pelayan ini
mulai tidak sabar. “35 sen” kata si pelayan sambil uring-uringan.
Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi
dikantongnya. “Bu… saya pesen yang ice cream biasa saja ya…”
ujarnya.
Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas
kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bisa lihat… anak kecil ini tidak bisa pesan Ice- ream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang “layak” ……

2. Pelajaran Penting Kedua

Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah
batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi,
untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.
Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk
berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian
memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.
Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.  Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur.
Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan
mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan
mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani
ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan.
Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah
bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.

Pemantapan Wawasan Kebangsaan dengan pembangunan karakter bangsa dan sistem pemerintahan yang efesein dan efektif


*) Pendahuluan Makalah yang disampaikan pada seminar sehari wawasan kebangsaan untuk tokoh masyarakat dan pemuda kerjasama HMI, BIN dan Pemda HSU

Robert Cribb (Indonesia Beyond Soeharto) : Memandang peta rasanya cukup untuk memberi kesan tidak mungkin mengenai adanya Negara Indonesia. Dengan lebih dari 13.000 pulau, yg terbentang lebih dari 5.000 km melintasi 3 zona waktu, serta lebih dari 200 kelompok etnis, Orang menduga kepulauan yg sebanyak itu sekurang-kurangnya terdapat beberapa Negara, tetapi ternyata hanya ada satu, Republik Indonesia

Presiden Soekarno :  dalam pidato 1 Juni 1945 antara lain mengatakan: “Seorang anak kecil pun, jikalau ia melihat peta dunia, ia dapat menunjukkan bahwa Kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan. Pada peta itu dapat ditunjukkan satu kesatuan gerombolan pulau-pulau di antara dua lautan yang besar; lautan Pasifik dan lautan Hindia, dan di antara dua benua, yaitu benua Asia dan Benua Australia. Seorang anak kecil dapat mengatakan, bahwa pulau-pulau Jawa, Sumatra, Borneo, Selebes, Halmahera, Kepulauan Sunda Kecil, Maluku, dan lainlain pulau kecil di antaranya, adalah satu kesatuan”.

Kesatuan bangsa Indonesia tidak bersifat alami melainkan historis, artinya Bangsa Indonesia bersatu bukan karena dibersatukan oleh bahasa ibu atau oleh kesatuan suku, budaya ataupun agama. Yang mempersatukan masyarakat di Indonesia adalah sejarah yang dialami bersama, sebuah sejarah penderitaan, penindasan, perjuangan kemerdekaan dan tekad pembangunan kehidupan bersama. Dari “nasib”bersama itu tumbuh hasrat untuk tetap bersama. Persatuan Indonesia tidak bersifat etnik melainkan etis

Baca selanjutnya

Mandor dan Pekerja


Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja dibawah… Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaanya dan bisingnya alat bangunan… Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh keatas, di lemparnya uang 1000an yg jatuh tepat di sebelah si pekerja… Si pekerja hanya memungut uang 1000 dan melanjutkan pekerjaanya… Sang mandor akhirnya melemparkan 100.000 dan berharap si pekerja mau menegadah sebentar ke atas… Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang 100.000 dan kembali bekerja… Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yg tepat mengenai kepala si pekerja… Merasa kesakitan akhirnya si pekerja menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor….

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita. Tuhan selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk bekerja. Kita di beri rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur… Jadi jangan sampai kita mendapatkan batu kecil baru kita mau menoleh kepada Tuhan

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.