SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) AMUNTAI

BERPIKIR KREATIF


Dari berbagai sumber (kapanlagi.com, by QZoners, BlackGerry Tour, dll)

Kreatifitas adalah produk yang paling berharga saat ini. Dengan kreatifitas, barang tak berharga bisa bernilai tinggi. Tapi menjadi kreatif bukanlah pekerjaan semalam. Juga bukan pelajaran akademis yang bisa dihafalkan. Untuk menjadi kreatif, anda butuh latihan.

A. LATIHAN AGAR BISA BERPIKIR KREATIF

1. Pergi dan pulang di jalur yang berbeda

Jika anda ke kantor melewati jalur A, maka saat pulang usahakan melewati jalur B walaupun itu harus memutar. Bila anda tahu banyak jalur alternatif menuju tempat kerja anda, maka lewati saja semua di waktu-waktu yang lain.

Saat kita melewati jalur yang sama tiap hari, maka otak kita cenderung pasif karena ada system outopilot yang menjalankan tubuh kita. Nah, bila kita melewati jalur berbeda, maka otak cenderung aktif karena baginya ini adalah hal yang baru dan otak perlu waspada. Dengan seringnya otak bekerja, maka semakin besar kemampuan berpikir kita karena otak terlatih dengan baik

2. Menulis dengan cara yang berbeda

Apakah anda suka menulis di komputer? Cobalah untuk menulis di kertas atau sekali-kali cobalah buat sebuah puisi di tembok rumah anda. Jika biasa menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil tiduran. Jika biasa menulis dengan posisi tanggal kertas ada diatas, cobalah untuk membalik buku anda.

3. Lakukan kegiatan yang benar-benar baru

Pasti anda punya aktifitas atau hobby yang sangat anda gemari. Cobalah melakukan hal lain yang benar-benar baru. Buat laki-laki, memasak atau mencuci pakaian anak-anak mungkin bisa jadi alternatif. Buat perempuan, sekali-kali cobalah bermain bola dengan anak laki-laki anda.

Anda juga mungkin bisa mencoba hal-hal lain yang sama sekali belum pernah anda lakukan.

4. Temui orang-orang baru

Saat anda ada di suatu pesta atau temu alumni, cobalah hindari orang-orang yang sudah anda kenal dan dekati orang-orang baru yang belum anda kenal sama sekali. Bertemu orang-orang baru akan menambah wawasan anda dan cara berpikir anda. Tiap orang itu unik, dan jika anda banyak bertemu dengan orang2 unik, maka kreatifitas akan mudah anda temukan

5. Bacalah buku dengan topik yang belum pernah anda baca

Saat ke toko buku, biasanya kita langsung menuju ke topik tertentu yang kita sukai. Nah, cobalah menahan diri dan pergilah ke topik2 lain yang sama sekali belum pernah anda datangi. Cobalah baca-baca buku disana kalau perlu belilah satu buku.

B. LANGKAH UMUM BERPIKIR KREATIF

1 .Berpikir, semua bisa dilakukan

Yakinlah, sesuatu yang akan kita kerjakan mampu kita selesaikan. Artinya, harus optimis. Buang ungkapan bernada pesimis. Misal, ”Saya mungkin bisa mengerjakan”. Ganti dengan ungkapan penuh optimisme. Contoh, ”Saya pasti bisa mengerjakannya”, ”Bagi saya tidak ada kata menyerah!”.

Pernyataan optimis melatih kita berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekad itu.

2. Hilangkan cara berpikir konservatif

Pola berpikir konservatif ditandai dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk mengubah pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian.

Hendaknya disadari, cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir kreatif unsur statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola pikir efektif.

Ada tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif.

Pertama, terbuka terhadap masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi “barang jadi” lewat pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif.

Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk ”memperkaya” diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut ”menjemput bola” dalam menghadapi sesuatu, dan bukan ”menunggu bola”. Bertindak proaktif berarti membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir

C. LANGKAH BERPIKIR KREATIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH

  1. Langkah pertama yang paling penting adalah meyakini kalau Anda kreatif! Katakan pada diri sendiri kalau Anda bisa menciptakan gagasan baru. Berikan waktu pada diri Anda untuk mengeksplore pikiran untuk menemukan kemungkinan yang baru.
  2. Tuliskan secara detail masalah yang ingin Anda pecahkan. Ini bisa jadi titik awal dalam mencapai tujuan.
  3. Siapkan kertas dan beri waktu pada diri sendiri selama setengah jam untuk menuliskan semua gagasan serta solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Brainstorming memberikan kesempatan pada Anda untuk menemukan hal-hal baru. Tuliskan semuanya, tak peduli betapa pun bodohnya gagasan yang Anda temukan itu.
  4. Setelah selesai, lihat kembali daftar dan perkecil jadi 10 besar dari yang paling penting dan menguntungkan. 10 daftar ini merupakan gagasan yang dapat Anda wujudkan. Tindakan merupakan kata pentingnya di sini. Gagasan hanya berupa gagasan sebelum Anda berusaha mewujudkannya.
  5. Dengan 10 daftar gagasan terbaik ini, tanyakan pertanyaan: “Bagaimana jika mengimplementasikan solusi ini, apakah akan menyelesaikan masalahnya? Apa solusi ini akan memberi keuntungan pada yang lainnya?’
  6. Dari latihan ini, Anda akan belajar mengidentifikasi solusi yang memberikan keuntungan paling banyak. Saring semua gagasan jadi 1 atau 2 gagasan yang memberikan paling banyak keuntungan.
  7. Sekali lagi, hanya TINDAKAN yang membuat pikiran kreatif Anda berguna. Jadi mulai lah mewujudkannya.

Hal paling penting yang dapat Anda lakukan dalam mencoba jadi kreatif adalah yakin pada kemampuan Anda sendiri. Tetap lah berpikiran positif dan terus menerus mengatakan pada diri sendiri ‘Aku bisa melakukannya!’

D. MENGELOLA IDE KREATIF

1. Masa Iluminasi (Pengumpulan Konsep dan Gagasan)

Pada tahapan inilah sebenarnya kita diperbolehkan untuk menyalurkan semua gagasan dan ide kita. Bahkan hingga Ide yang paling ideal dan sulit. Biarkan ide berkembang, jangan dikekang dulu ide kita oleh hal-hal penghambat. Biarkan ia bebas dan mengalir begitu saja. Ada baiknya semua ide kita catat, hal ini menjadi penting karena biasanya ada ide penting yang terlupakan di belakang.

2. Masa Verifikasi

Nah pada masa ini seharusnya kita sudah mempunyai berbagai macam ide kreatif kita. Artinya kita sudah punya list apa saja yang ingin kita lakukan. Nah pada tahapan ini tentunya baru kita memikirkan apakah ide kita visibel atau tidak. Mungkin atau tidak, resikonya seberapa besar, berapa banyak hambatanya sampai dengan bagaimana kita bisa menanggulangi hambatan yang mungkin terjadi. Sehingga goalnya pada tahapan ini adalah kita punya daftar kelebihan, kekurangan dan hambatan yang mungkin terjadi dari setiap ide kita. Nah dari daftar itu tetunya kita bisa memilih mana yang paling mungkin kita lakukan. Sehingga tinggallah ide yang paling prioritas. Usahakan kita bisa mendapatkan 1 ide terbaik.

Satu hal yang penting dari tahapan ini juga kita perlu banyak berdiskusi dengan orang lain lalu mintalah feedback dari setiap ide. Biasanya kita akan mendapatkan penilaian yang berbeda sehingga penilaian kita semakin luas.

3. Implementasi

Mungkin ada anonim yang mengatakan bahwa “Ide tanpa kerja sama saja dengan tidak mempunyai ide”. Ya percuma sekali jika kita mempunyai ide tetapi ide tersebut tidak kita tuangkan dalam sebuah kerja nyata. Tentu saja dalam tahapan Implementasi ini haruslah membuahkan sebuah hasil nyata. Perlu juga dibuat mekanisme evaluasi selama beberapa pekan atau bulan terhadap implementasi ide ini serta masukan dari yang sudah berpengalaman menjadi sesuatu yang berharga. Tentunya kita masih ingat dengan anonim “Guru terbaik adalah pengalaman orang lain”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s