SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) AMUNTAI

PONDOK KECIL


Satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan kapal laut terdampar di pulau kecil yang kosong. Ia berdo’a agar Tuhan menolongnya. Setiap hari ia melihat ke kaki langit  berharap pertolongan. Tetapi tidak ada satupun kapal yang datang.

Setelah lelah menanti pertolongan yang tidak kunjung datang, ia kemudian membangun pondok kecil dari kayu-kayu yang hanyut untuk berteduh dan menyimpan harta bendanya.

Suatu hari, setelah mencari makanan, ia pulang dan mendapati pondoknya kecilnya terbakar. Asap bergulung-gulung naik ke angkasa. Hal paling buruk terjadi, ia kehilangan semua harta bendanya.

Ia terpaku berdiri diliputi perasaan sedih bercampur marah “Tuhan ……teganya kau berbuat demikian terhadapku” teriaknya.

Keesokan harinya, ia terbangun oleh suara kapal yang mendekati daratan. Kapal itu datang untuk menolongnya. “bagaimana kau tahu aku ada disini ?, tanyanya kepada si penolong, “kami melihat asap yang kau kirimkan” jawabnya.

kita mudah sekali berkecil hati bila urusan kita  berjalan tidak sesuai dengan keinginan kita atau tidak sesuai dengan rencana yang telah kita susun, kita mudah berputus asa dan bersedih,  padahal Tuhan selalu memilihkan jalan yang terbaik buat kita. Ingatlah jika lain kali pondok kecilmu terbakar rata dengan tanah, boleh jadi itu adalah asap untuk mohon pertolongan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s