SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) AMUNTAI

Mengapa Sebagian Orang Mudah dan Sebagian Lagi Sulit Menjadi Kaya ?


Mayoritas orang tentu ingin menjadi kaya, tapi saya kira sebagian kecil dari kita yang kaya. Saya selalu ingat dan pahami bahwa hukum paretto juga berlaku untuk hal ini. Bahwa 80% persen dari seluruh kekayaan dikuasai oleh 20% dari manusia, sedangkan sisanya 20% dari seluruh kekayaan dikuasai oleh 80% sisanya. Disinilah hukum alam itu berlaku. Kalau dipikir-pikir sangat tidak adil bahwa 20% kekayaan itu harus menanggung hidup 80% populasi didunia, sedangkan 20% nya menikmati sisanya yaitu 80%. Tapi memang begitu adanya. Disinilah bermulanya segala permasalahan hidup dan berbagai kejadian politik dan sejarah manusia. Ketidakadilan pembagian kekayaan yang berujung pada kesejahteraan. Logikanya, apabila harta seluruh dunia dibagi rata kepada semua manusia, maka tidak akan ada yang kaya dan tidak ada yang miskin, semuanya makmur. Tapi apa benar begitu? Tidak, ternyata meskipun uang disebar rata kepada semua orang, dengan berjalannya waktu, uang itu akan terkumpul lagi ke 20% manusia yang seolah-olah diberkati itu. Sedangkan sisa yang beredar 20% itu bersikulasi menghidupi 80% sisanya yang lain.

Jadi apa yang membedakan orang-orang itu, ada yang seolah-olah orang berbakat kaya dan ada golongan yang seolah-olah ditakdirkan menjadi miskin? Tidak, sebenarnya semua orang bisa kaya, dan semua orang bisa miskin,dan ini tidak terkait dengan modal yang dimiliki seseorang. Sudah banyak contoh, orang-orang yang secara luar biasa merubah nasib mereka dari orang yang 80% masuk kegolongan 20%. Dan banyak contohnya yang lahir kaya raya, tapi diakhir hidupnya menjadi miskin. Ini membuktikan bahwa kaya dan miskin itu adalah suatu usaha dan doa tentunya, bukan karena memang dilahirkan untuk kaya. Semua orang bisa kaya, dan Tuhan memang menginginkan semua orang untuk kaya. Tapi semuanya diserahkan kepada kita sendiri, Tuhan tidak akan memberikan kekayaan kepada orang-orang yang tidak mau berusaha untuk kaya. Sudah banyak contoh, Tuhan akhirnya mengabulkan doa dan usaha orang-orang yang memang berusaha untuk mengubah nasibnya dan menjadi kaya.

Berikut ini hal-hal yang menyebabkan mengapa kita sulit sekali untuk menjadi kaya :

1. Keyakinan dan Tujuan Hidup yang Tidak Jelas
Kebanyakan dari kita mungkin ingin menjadi kaya, tapi berapa banyak yang yakin bahwa kita bisa kaya dan bertekad untuk menjadi kaya? Kita mayoritas dikelilingi oleh golongan yang 80% manusia yang hidup dari 20% kekayaan dunia. Jadi sangat wajar, kalau cara berfikir kita, keyakinan kita, dan tujuan hidup kita, tidak akan jauh dari pola masyarakat sekitar kita, dan kebanyakan dilingkungan yang 80% itu tadi. Anda akan bisa melihat perbedaan keyakinan dari golongan orang biasa dan golongan orang sukses dan kaya.

Misalkan saja, anda adalah orang biasa, ingin membuka sebuah warnet, maka ketika anda membicarakan ide-ide anda, kebanyakan akan memiliki ide yang layu sebelum berkembang, karena apa, kita akan mendapat masukan-masukan yang tdak mendukung dari lingkungan kita, misanya ketakutan kalau nanti sepi pengunjungnya, masalah modal yang tidak ada, kalau kena virus bagaimana, akan tergilas teknologi baru, dan banyak pertimbangan-pertimbangan yang akhirnya membawa kita untuk menyerah sebelum mencobanya.Coba anda bergaul dengan pengusaha warnet yang sukses. Tentu dia akan bisa memberikan pandangan-pandangan yang akan berbeda 180% dari pandangan orang biasa. Semua itu memang masalah dan resiko, tapi bukan berarti anda harus menyerah sebelum berusaha.

2. Ketakutan Untuk Menjadi Miskin
Tahukah anda, samurai-samurai Jepang yang terkenal berani mati, dan para pejuang agama, didoktrin bukan untuk merayakan kemenangan sebelum berperang. Mereka didoktrin bahwa kematian adalah suatu yang terhormat, mulia, dan lebih baik. Mereka yang memiliki mental seperti itu, akan sepenuh hati dalam berperang, terlepas dari beban, dan biasanya merekalah yang akan meraih kemenangan. Apa jadinya sekelompok pasukan yang maju kemedan perang, tetapi dalam hatinya takut sekali untuk menghadapi kematian dan menghadapi musuh yang gagah berani? Tentu bisa dipastikan bahwa pasukan itu akan kalah, bahkan malah binasa semuanya, karena dalam hatinya terusik takut mati. Demikian juga dalam pertarungan hidup yang lainnya. Mayoritas dari kita adalah orang yang dalam hatinya sangat takut untuk miskin. Sehingga akhirnya tidak menjadi apa-apa, bahkan malah menjadi miskin beneran. Orang yang ingin menjadi kaya, seyogyanya harus memiliki mental berani miskin.

Implementasinya apa? Mayoritas dari kita sangat ketakutan kalau uangnya akan habis karena bangkrut berusaha, mencari yang aman-aman saja, kerja juga yang aman-aman saja. Ini sangat alamiah dan manusiawi karena memang begitu adanya, 80% dari kita adalah orang biasa. Sedangkan orang yang berani untuk miskin, akan berani memulai usaha dan investasinya dengan resiko bangkrut, dia sadar itu dan dia berusaha untuk melawan kebangkrutan dan kesuksesan dalam berusaha. Dan hasilnya, orang yang takut miskin tidak dapat apa-apa atau bahkan miskin karena biaya hidup naik terus, dan yang berani mengelola resiko kemungkinan hidupnya akan berubah lebih baik. Memang tidak selalu orang yang berani mengambil resiko miskin akan berakhir kaya, tapi orang kaya pasti dimulai dari keberanian untuk miskin dengan mengambil resiko.
3. Mengikuti Mainstream Umum
Dalam potitik terdapat demokrasi, yaitu pendapat umum yang mengikuti mainstream umum dari masyarakat terhadap suatu isu. Tetapi kalau anda ingin kaya, justru sebaliknya, jangan selalu mengikuti mainstream umum. Mainstream umum masyarakat adalah sekolah tinggi-tinggi, mendapat pekerjaan yang baik, dapat gaji yang tinggi. Tetapi sebagaimana saya bahas sebelumnya mengenai kaya, maka kita tidak akan bisa kaya dengan cara ini. Anda dapat kaya kalau anda sedikit demi sedikit mengalihkan sumber penghasilan anda kepada bisnis daninvestasi (kuadran kanan). Dan percaya atau tidak, apabila anda melakukan ini, maka anda adalah seorang pelawan arus, seorang pemberontak yang melawan mainstream umum, terutama kalau anda bukan dari keluarga pebisnis atau investor.

Demikian juga dalam investasi, sudah jamak dikenal nasehat Warren Buffet bahwa ‘Takutlah ketika yang lain serakah, dan serakahlah ketika yang lain takut’ , dan ini memang saya rasakan benar. Kitapun masih dibayang-bayangi awan kelabu rontoknya dunia investasi yang dimulai dengan kasus subprime mortgage di USA sana. Saya masih ingat, beberapa tahun sebelum 2007, investasi bersinar dan mencetak gain yang luar biasa untuk investor. Rata2 investasi saham di BEJ waktu itu diatas 50%/tahun. Perseorangan maupun berbagai institusi keuangan berlomba memutar uangnya di pasar uang dan modal, dengan mainstream umum investasi sangat menguntungkan. Banyak yang akhirnya melupakan kalkulasi resiko investasi. Saat itu saya juga agak heran, karena Warren Buffet mulai menjual beberapa sahamnya yang mencetak keuntungan luar biasa,contohnya PetroChina. Ada apa ini? ternyata terjawab dengan ambruknya secara tiba-tiba personal maupun institusi investasi di seluruh dunia karena terkena krisis Subprime Mortgage. Tiga-empat bulan lalu, ketika saham sedang rontok-rontoknya, sebenarnya nasehat Warren Buffet berlaku lagi, secara umum orang takut-takut untuk membeli saham, setelah sampai bottomnya, saham mental naik (bullish) dan sekarang sudah tembus lagi di 1900an, atau mencetak gain sekitar 80%an, luar biasa.

Masih ingatkah anda penanam lombok, tomat dan penanam cengkeh? Ya pada saat bisnis lombok dan cengkeh booming, orang berbondong-bondong untuk membuka ladang lombok dan cengkeh, tidak lama kemudian ketika lombok, tomat, dan cengkeh lesu, rontoklah semuanya secara bersama-sama, dalam bisnis dan investasi, kita harus berfikir terbalik dan berbeda, selalu mencari celah yang orang lain tidak melihatnya dan mencari sesuatu yang membedakan bisnis kita dengan yang lain. Inilah strategi diverensiasi yang harus dilakukan agar mampu bertahan dari gelombang persaingan yang semakin tajam
4. Kecerdasan Finansial Yang Kurang Memadai
Sebagaimana telah saya uraikan sedikit sebelumnya mengenai kecerdasan finansial (kalau belum pernah mengetahui, anda bisa membacanya di artikel kecerdasan finansial). Ya, hanya sedikit dari kita semua yang mengetahui tentang kecerdasan finansial. Kecerdasan finansial bukanlah kecerdasan bawaan, akan tetapi kecerdasan yang perlu dipelajari dan diasah untuk menjadikan seseorang lebih bisa melihat sesuatu dari sudut pandang keuangan dan kemakmuran dengan lebih jelas. Kecerdasan finansial yang kurang memadai, akan menjadikan seseorang hanya menjadi hub antara uang masuk dan uang keluar dengan kemungkinan uang keluar yang tetap lebih besar daripada pemasukan. Anda boleh saja memiliki pekerjaan dengan gaji 10 juta perbulan, atau lebih, tapi apa artinya kalau pengeluaran anda termasuk cicilan lebih besar dari 10jt. Jangan menganggap remeh hal ini, karena sesungguhnya aliran cashflow yang negatif akan mengancam kita menjadi bangkrut. Sudah menjadi penyakit umum bahwa semakin besar pemasukan, akan semakin besar pula pengeluaran. Ini seharusnya tidak perlu terjadi secara extrem. Seseorang dengan gaji 2 jt/bulan bisa hidup dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan, ketika gajinya menjadi 5jt, kemungkinan besar, pengeluaran juga akan meningkat dengan cepat. Dari yang asalnya hanya nonton TV lokal gratis, menjadi berlangganan TV kabel, dari yang asalnya makan besar di warung sate dekat rumah, menjadi direstoran mahal.

Apa yang salah dengan ini? Sebenarnya tidak ada yang salah asal cashflow anda tetap positif. Dan anda memiliki anggaran untuk mengembangkan aset anda. Yang sering terjadi, karena perubahan gaya hidup ini, beban keuangan anda menjadi jauh lebih berat, dan sering tidak terkontrol. Katakanlah, selain pengeluaran karena keinginan tadi, ditambah nafsu untuk mengangsur mobil baru, mengangsur Home Theater, dan angsuran-angsuran lainnya karena gaya hidup ini. Hal ini kalau tidak diiringi dengan kecerdasan finansial yang mencukupi, membuat anda tidak kemana-mana, bahkan mengalami kemunduran terkait dengan keuangan anda. Selalu usahkan anggaran memperbesar aset di depan sebelum anda menggunakan uang pemasukan anda. Sampai pada saatnya nanti anda mencapai kebebasan finansial dan menjadi kaya. Maka anda dapat memilih gaya hidup yang lebih berkualitas lagi.

5. Terlalu Berfikir Besar No Action
Ini bukan rahasia umum, bahwa kebanyakan kita memiliki ide-ide cemerlang dan besar. Akan tetapi tidak terjadi apa-apa pada pelaksanaannya. Bahkan meskipun sebuah rencana real untuk mewujudkannya. Ya, siapa yang tidak pernah memiliki gagasan? akan tetapi berapa persen dari gagasan anda yang anda jalankan dengan sadar dan konsisten untuk mencapai tujuan yang anda inginkan? anda jawab sendiri dengan jujur. Mengapa ini seringkali terjadi? Ya, ini terjadi kalau anda memiliki tekad yang kurang kuat. Sesungguhnya suatu tujuan yang mulia dan besar itu seperti menaiki sebuah gunung. Saya ibaratkan fikiran dan angan-angan besar anda seperti hendak menikmati matahari terbenam dan tenggelam dari atas gunung. Anda membayangkan betapa indahnya menikmati suasa syahdu dan romantis, ketika dipuncak gunung bersama kekasih anda, dengan dinginnya udara, bermesraan dan melihat matahari terbit yang indah. Tapi angan-angan itu banyak yang tidak tersampaikan karena memikirkan betapa berbahaya dan beresikonya anda mendaki gunung itu. Belum usaha dan effort yang melelahkan untuk mendaki gunung, kebanyakan akan berhenti sebatas angan-angan untuk menikmati keindahaan itu, daripada untuk mewujudkannya. Meskipun itu ibarat, tapi kira-kira seperti ini perjalanan psikologi berfikir besar tetapi no action.

Demikianlah, kebanyakan dari kita tidak melakukan apa-apa, karena ide-ide besar itu mengandung kesulitan untuk merealisasikan. Hanya orang-orang besar saja berani mewujudkan ide-ide besarnya. Semua yang besar memang dimulai dari ide yang besar, tapi ide yang besar tidak berarti apa-apa kalau anda tidak menyelesaikannya. Kalau anda meneguhkan tekad untuk mewujudkan ide-ide anda, percayalah bahwa kemungkinan besar ide anda tersebut akan terwujud, meskipun itu berarti anda menempuh jalan mendaki dan berliku, dan di daerah yang anda merasa asing dan tidak aman. Kalau anda ingin kaya, dan anda berusaha untuk mencapainya dengan tujuan yang berbeda-beda, maka kalau anda tidak pernah menyerah, kemungkinan besar anda akan menjadi kaya
Di sarikan dari Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s