SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) AMUNTAI

Memberi Tanpa Pertimbangan


Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. mulailah dari uang receh. kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan. apakah anda sedang berada di bis kita yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga. atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. tak keculi bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka. barangkali ada rasa enggan dan kesal. tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi; mengulurkan tangan dengan sejumlah yang tiada berarti? Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. sesuatu itu bernama kasih sayang. memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. sedangkan batu adalah kepentingan yang terpusat pada diri sendiri. sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s