SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) AMUNTAI

Hafalan Shalat Delisa by Tere Liye


Delisa bungsu dari 4 bersaudara dibesarkan dalam keluarga hangat dan sangat religi disalah satu kota di Nanggro Aceh Darussalam.. Delisa yang mendamba kalung ”D” untuk Delisa! Untuk hafalan shalatnya. Kalung yang kemudian tidak dimilikinya karena Tsunami menghantan Lhok Ngah saat hafalan shalatnya disetor pada Ibu Guru Nur pada saat itu Ahad, tanggal 26 Desember 2004.yah saat tsunami meluluhlantakkan Aceh dan 80% penghuni Lhok Ngah beserta penghuninya.

Sampai dengan lembar 50pertama, saya masih bisa tertawa dengan tingkah delisa yang lucu, jujur, lugu. Tersentuh membaca kehangatan dalam keluarga yang huidup sederhana dan dibesarkan dengan Cinta oleh ummi-nya. Aahh…saya jadi ingat Toto Chan.!
Tapi seketika saya merinding ketika Delisa menyetorkan hafalan kepada Guru Nur saat dimana bumi Aceh dan sebagian dunia lainya tergoncang dengan Gempa 8,9 SR. Merinding ketika Delisa ingin khusuk dalam shlatnya dan tetap dalam posisi shalat -Delisa Ingat Cerita Ustd Rahman ttg kekhusyukan shalat Nabi- dan sampai dengan posisi akan sujud tubuh mungilnya tidak bisa lagi menahan kuatnya tumpahan air dari pantai. Seketika saya malu dengan rutunitas shalat saya yang tidak bermakna selama ini. Astagfirullah…..

Kemudian lembar selanjutnya.., cerita kesedihan mengalir, keajiban datang. Delisa mampu bertahan selama 6 hari tanpa makan dan minum –Delisa menemukan 5 biji apel tak bertuan dsiamping nya- dan ditemukan oleh tentara AS!.Masya Allah….saya makin cemburu dengan keajaiban yang dialami oleh Delisa…orang-orang baik disekitarnya… saya tak brehenti mengalirkan air mata. Emosi saya sukses diaduk2 Tere Liye –sang pengarang-….sedih….lucu…inspiratif terangkai dengan indah dalam untaian kata sederhana dan bermakna. Saya suka baca footnote dari Tere –Leye yang tak henti mendoakan Delisa dan mengungkapkan kecemburuannya. Saya ikut cemburu ketika anak sebesar Delisa bisa merubah hidup orang lain! Subhanallah…saya belajar ikhlas dari prinsip sederhana Delisa…, belajar mencinta dengan tulus..berbagi dengan cinta…karena hal hal indah tercipta hanya karena cinta (Ubai sang petugas PMI) by Inna Putri : http:// http://www.goodreads.com

by Taufik ismail (http:// http://www.goodreads.com)

buku terbaik yang pernah saya baca. buku pertama yang bisa membuat saya menangis tersedu2, tiba-tiba merasa sangat malu dengan sosok delisa. seorang anak kecil yang masih polos dan berbuat layaknya seorang anak kecil yang berbuat sesuatu dengan pamrih.

Delisa seorang anak kecil yang sujudnya tertolak karena di dalam hatinya masih ada sedikit rasa pamrih akan kalung yang dijanjikan dan disitu saya benar2 merasa tersindir, apakah di hati saya sudah benar2 ikhlas tanpa pamrih?

Buku ini mengupas dengan baik sebuah kepolosan anak kecil yang tidak tahu apa2, seorang anak kecil yang mesih bisa ceria walaupun ditinggal oleh kakak2 dan ibunya. Alih-alih sedih delisa justru bisa membuat tersenyum orang-orang di sekitarnya.

Buku ini akan membawa Anda menuju sebuah pusaran emosi, dari tertawa, mengernyitkan dahi, bersedih, mungkin juga marah, dan dengan ending yang tidak terduga buku ini bisa dijadikan bacaan untuk bercermin apakah kita sudah ikhlas dalam menjalani hidup…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s