SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI (STIA) AMUNTAI

Resensi Buku : Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere Liye


1. Mimin Haway (http://www.goodreads.com) 

Raihan terlahir sebagai anak yatim piatu. Orang tuanya meninggal saat terjadi kebakaran. Ia tinggal di Panti Asuhan yang dimiliki orang tamak. Rey sempat menjadi preman karena memutuskan kabur dari Panti Asuhan dan hidup di jalanan. Rey ketagihan main judi. Sehingga terjadi percekcokan. Rey masuk rumah sakit. Setelah sembuh, ia tinggal di rumah

Rey memutuskan keluar dari rumah penampungan dan kembali hidup gelandangan. Ngamen dari gerbong Kereta satu ke gerbong lainnya. Tinggal di kolong jembatan. Rey suka naik tower air, menyendiri dan melihat rembulan.

Kehidupan Rey berubah drastis setelah nekad ikut mencuri berlian di sebuah Bank Internasional. Rey pulang kampung dan jatuh cinta pada Si gigi kelinci. Mereka menikah. Rey hidup bahagia karena dipercaya dan diangkat sebagai kepala mandor.

Sayang kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Istrinya meninggal saat melahirkan. Rey kembali ke kota dan merintis usaha yang sukses luar biasa. Tapi Rey jatuh sakit saat semua impian yang bahkan tak pernah ia bayangkan telah menjadi nyata. Rey tetap merasa hampa, kosong, sepi meski bergelimpang harta. Rey masih Tapi Rey diberi kesempatan me-rewind masa lalunya. Merenungkannya. Lalu memperbaikinya.

Novel ini mengajarkan kita tentang kehidupan. Pasti ada sebab akibat yang melatar belakangi sebuah ujian kehidupan. Dan setiap pertanyaan yang kita ajukan -yang kadang cenderung menyalahkan Tuhan- pasti ada jawaban dan hikmah dibalik ujian kehidupan.

Yang saya suka dari novel ini adalah alur ceritanya (flash back) tapi tidak membingungkan dan enak dibaca

2.  Melyn Mel, (http://www.goodreads.com)

Membaca buku ini bagiku seperti belajar tentang kearifan. belajar soal kesederhanaan dan keikhlasan menerima. belajar senantiasa berbaik sangka. belajar bahwa untuk banyak hal, mengalah itu bukan berarti kalah dan tidak membalas itu bukan berarti tak berdaya ataupun tidak bisa apa2. adakalanya, mengalah berarti bebas. bebas dari nafsu untuk membalas, bebas menerima situasi apa adanya, menjadi apa adanya.

buku ini membuatku semakin percaya bahwa hidup ini adil. tak terbantahkan lagi, bahwa hidup ini adil. sebab penciptanya adil dan mengatur semua dengan keadilanNya.
aku hanya harus melihatnya dari sisi yang berbeda ketika aku mulai ragu akan hal itu. satu sisi yang bukan lewat kacamataku.
dan tere liye -seperti yang terdapat di bagian belakang buku ini- telah sukses membuatku menjadi paham.
bahwa hidup ini sungguh sederhana. bekerja keras namun selalu merasa cukup, mencintai berbuat baik dan berbagi, senantiasa bersyukur dan berterima kasih. maka sejatinya kita sudah menggenggam kebahagiaan hidup ini.
buku ini membuatku belajar.
belajar bersikap.
belajar menjadi bijak

 3. Aniek , (http://www.goodreads.com)

“…Jawaban atas lima pertanyaan besar dalam hidupmu. Kau bertanya lima kali, aku menjawabnya lima kali.”

Tere-Liye memang pandai membuat para pembacanya sesak karena haru, bahkan menitikkan air mata. Membaca beberapa karya Tere-Liye, dan berkali-kali pula saya banjir air mata. Sungguh menyentuh. Muncul sebuah pertanyaan besar dalam benak saya: “Apa yang ia lakukan ketika menulis karya-karyanya hingga begitu menyentuh?”
Dalam novel ini, kita berkenalan dengan tokoh utama bernama Ray. Seorang remaja tanggung yang tinggal di panti asuhan dengan penjaga panti sok-suci. Ia dihukum berkali-kali atas perbuatan nakalnya, sebuah perlawanan atas perlakuan penjaga panti. Ia cerdas, maka ia melawan. Ketika di panti, ia selalu bertanya: “Begitu banyak panti asuhan di kota ini, mengapa ia harus bertahun-tahun tinggal di panti seperti ini?” Maka ketika ia beranjak enam belas, di pagi hari raya, ia memutuskan untuk mencuri uang di kantor penjaga panti dan kabur. Tidak sengaja, ia menemukan potongan masa lalunya di sana.
Rehan Raujana, nama yang diberikan istri penjaga panti yang telah meninggal, mengganti namanya menjadi Ray. Hanya Ray, karena panjang-pendeknya suatu nama, ia akan tetap dipanggil dengan nama pendek. Di luar panti, Ray menjalani kehidupan keras sebagai anak jalanan. Namun, di jalanan, ia menemukan kebahagiaannya. Ia bisa makan semaunya tanpa di jatah seperti di panti, ia bisa tidur semaunya, dan ia bebas melakukan apa pun semaunya. Di jalanan ini pula lah, Ray menjalani hidupnya yang gelap. Mencuri, berjudi, mabuk.
Tapi kemudian ia menemukan kehidupan yang berbeda di ibukota, setelah peristiwa kemenangan besarnya yang berakhir terdamparnya ia di salah satu rumah sakit ibukota. Di ibukota, ia tinggal di sebuah Rumah Singgah. Bertemu dengan anak-anak jalanan berjuta mimpi masa depan yang lebih baik. Namun, lagi, Ray terlempar dan terdampar ke kehidupan tergelapnya.
Novel ini mengalir lembut, sarat hikmah. Walaupun agak sedikit menggurui pada perbincangan antara pasien berusia enam puluhan dan orang berwajah menyenngkan. Juga banyak frasa-frasa yang seharusnya tidak diulang-ulang seperti “pasien berusia enam puluhan” dan “orang berwajah menyenangkan”. Sepertinya para pembaca akan langsung mengetahui bahwa pasien itu berusia enam puluh dan orang yang mengajak si pasein itu orang yang berwajah menyenangkan.
Kritikku sama dengan karya-karya Tere-Liye sebelumnya, karya-karya harus diedit ulang sebelum diterbitkan. Banyak kalimat tidak efektif yang sering membuat saya gatal untuk mengoreksi

4. Isnaini Nuri (http://www.goodreads.com)

Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenagkan dan merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu kau akan selalu bersyukur.
Ray, tokoh utama dalam cerita ini, mempunyai kisah hidup yang sangat keras hingga menimbulkan banyak pertanyaan dalam dirinya. Lima pertanyaan tentang rahasia kehidupan yang pada akhirnya ia diberi kesempatan untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terpendam dalam hatinya.

Apakah cinta itu?

Apakah hidup ini adil?

Apakah kaya adalah segalanya?

Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup?

Apakah makna kehilangan?

Penelusuran kisah hidupnya yang bermula dari sebuah panti asuhan dan berakhir pula di panti asuhan yang sama membuat terjawabnya pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kenyataan-kenyataan tidak kasat mata yang sama sekali tidak disadari oleh Ray.

Hidup adalah sebab-akibat. Satu peristiwa menjadi sebab peristiwa yang lain. Akibat yang dihasilkan bisa jadi menjadi sebab peristiwa lainnya. Semua cerita kehidupan saling terhubung. Tak ada satupun yang meleset dari skenario-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s